Dokumentasi Teknis & Sistem Otonom

KOMPENDIUM DOKUMEN TEKNIS SISTEM KONTROL, TELEMETRI & KELAUTAN

Arsitektur Perangkat Keras, Wiring Diagram, & Sistem Kendali Terdistribusi Berbasis STM32 & ESP32 IoT

Kompilasi Dokumentasi Sistem Otonom & Akuakultur Lepas Pantai: Mencakup: Dual Azimuth Thruster 300W, Master-Slave Arsitektur, 6x Motor BLDC 400W, Sistem Hybrid 100W, dan Monitoring Bawah Air (Kamera & Sonar).

1. Dokumen Teknis Azimuth Thruster (Rev 3)

Arsitektur Wiring Diagram Rev 3: Dual Azimuth Thruster 300W dengan STM32, Sensor Telemetri, dan ESP32 IoT Gateway

Pendahuluan dan Ringkasan Sistem

Dokumen teknis ini merinci arsitektur perangkat keras, skema kelistrikan, serta cara kerja sistem kontrol perahu otonom/semi-otonom menggunakan Dual Azimuth Thruster 300W @ 24V DC. Sistem kendali utama berbasis pada mikrokontroler STM32F103C8T6 (Blue Pill) yang bertindak sebagai otak pemrosesan waktu nyata (real-time processing), mengelola aktuator kemudi sudut (steering servo), pengatur kecepatan motor (ESC 300W), pembacaan sensor keselamatan (kecepatan & temperatur), serta integrasi komunikasi nirkabel jarak jauh melalui modul ESP32 NodeMCU sebagai IoT Gateway.

Daftar Komponen dan Spesifikasi Teknis

No Nama Komponen Spesifikasi Utama Fungsi dalam Sistem
1STM32F103C8T6 BoardARM Cortex-M3 32-bit, 72 MHz, 64KB Flash, 20KB SRAMMikrokontroler utama pengolah logika navigasi, sinyal PWM servo, PPM ESC, dan sensor.
2ESP32 NodeMCU GatewayTensilica Xtensa Dual-Core 32-bit, Wi-Fi 802.11 b/g/n, BLE v4.2Berfungsi sebagai IoT Gateway dan node komunikasi nirkabel ke Cloud Server (MQTT) & HMI.
3Dual Azimuth Thruster 300W300W @ 24V DC Brushless/Brushed Motor + Azimuth MechanismPropulsi utama perahu yang dapat berputar 0°–360° untuk dorongan vektor multidireksional.
4ESC 300W24V, Rating >40A, Input PPM/PWM SignalMengatur kecepatan putaran motor thruster port (kiri) dan starboard (kanan).
512V Steering Servo (MG996R) x2Torque 15 kg-cm, 4.8V–7.2V DC, Metal GearMengontrol orientasi sudut rotasi (0°–360°) pada masing-masing unit azimuth thruster.
6Hall Speed & Temp Sensor3-wire (V+, GND, Signal) + Sensor Temperatur TerintegrasiMemantau kecepatan putar (RPM) motor thruster dan suhu operasional cegah overheating.
7DC-DC Converter LM2596Input 24V DC, Output 5V / 6V 5A AdjustableMenurunkan tegangan utama baterai 24V menjadi catu daya stabil 5V/6V untuk logika.
8FlySky FS-iA6B Receiver (RX)6-Channel AFHDS 2.A, PPM/i-BUS/ PWM outputMenerima sinyal kendali manual dari remote transmitter genggam (TX).
9Baterai LiPo 12V/24V 40AhHigh Discharge LiPo Battery PackSumber energi utama sistem daya tinggi untuk motor thruster dan seluruh elektronik.
10Proteksi & Control PanelFuse 40A, Push Button Start/Stop, E-Stop, LED, SwitchMengamankan sirkuit dari arus lebih dan menyediakan antarmuka kontrol operasional fisik.

Cara Kerja dan Alur Sistem (Workflow)

  • Mode Manual vs Otomatis: Mode manual menggunakan Remote TX dan receiver FlySky FS-iA6B. Mode otomatis dikendalikan oleh program internal STM32 atau menerima waypoint dari Cloud/HMI via ESP32 Gateway. Panel dilengkapi tombol E-Stop dan saklar pemilih mode.
  • Kontrol Propulsi & Vektor Dorong: STM32 mengirim sinyal PWM/PPM ke ESC 300W (Port dan Stbd). Untuk arah sudut (0°–360°), STM32 mengirim sinyal PWM (PA8, PA9) ke servo MG996R.
  • Telemetri & Keselamatan: Sensor efek Hall dan termistor mengirim data kembali ke STM32. Proteksi overheat/ overcurrent otomatis menurunkan daya ESC atau memicu alarm.
  • Integrasi IoT: STM32 terhubung ke ESP32 NodeMCU via Serial UART. ESP32 mentransmisikan telemetri ke Cloud via MQTT dan Wi-Fi/BLE untuk aplikasi mobile/web.

2. Arsitektur Master-Slave & IoT

ESP32 Master Controller, 4x STM32 Slaves, LoRa Telemetry, & GPS Navigation Berbasis IoT

Abstraksi & Gambaran Umum

Sistem dirancang untuk kebutuhan akuakultur lepas pantai dan platform FAD (Fish Aggregating Device) bergerak. Unit ESP32 bertindak sebagai Master Controller / Gateway yang mengelola konektivitas nirkabel LoRa, membaca data posisi dari modul GPS NEO-6M, dan mendistribusikan perintah serta data referensi waktu/lokasi ke 4 unit mikrokontroler STM32F401CCU6 (Black Pill) sebagai Slave Controller.

Daftar Komponen Utama & Fungsi

Nama Komponen Spesifikasi / Tipe Fungsi Utama dalam Sistem
Master ControllerESP32 NodeMCU / DevKit V1Pusat komunikasi LoRa, pembacaan GPS, dan pengatur komunikasi bus I2C/UART ke seluruh Slave.
Slave Controllers4x STM32F401CCU6 (Black Pill)Mikrokontroler otonom pengendali aktuator spesifik (LED, Feeder, Sensor Tank, Kamera/ Sonar).
LoRa TelemetrySX1278 LoRa Module (433MHz)Komunikasi nirkabel jarak jauh antara perangkat di laut dengan server cloud/posko darat.
GPS ReceiverNEO-6M GPS ModuleMenyediakan data posisi geolokasi (Latitude, Longitude) dan waktu UTC secara real-time.
Power Supply & BMSPSU 12V 15A, DC-DC Converter, LiFePO4Catu daya utama sistem dan manajemen baterai cadangan berkapasitas tinggi.
STM32 Slave #1LED Control SubsystemMengontrol driver lampu LED bawah air 150W multi-spektrum dengan modul PWM.
STM32 Slave #2Fish Feeder SubsystemMengontrol motor stepper penebaran pakan melalui driver ULN2003.
STM32 Slave #3Tank Monitoring SubsystemMembaca sensor level ultrasonik tangki pakan dan tangki aroma secara kontinu.
STM32 Slave #4Camera & Sonar SubsystemMengelola kamera bawah air, transduser sonar, sensor biomassa, dan sensor kejernihan air.
Prinsip Kerja Sistem: ESP32 Master mengambil data GPS NMEA untuk melacak posisi FAD secara real-time. Melalui bus I2C/UART, Master mendistribusikan sinkronisasi waktu dan perintah ke 4 STM32 Slave. Seluruh data dikemas dan dikirimkan via modul LoRa SX1278 ke server pusat.

3. Sistem Kontrol 6X Motor BLDC 400W

Arsitektur Hardware, Pemetaan Port I/O STM32F4 Discovery, ESP32 LoRa Gateway, & Estimasi Biaya

Pendahuluan & Ringkasan Sistem

Sistem ini dirancang untuk aplikasi industri berat atau sistem kelautan (penggerak azimuth kapal, keramba jaring apung, atau platform akuakultur) yang menuntut keandalan tinggi dan kendali presisi. Mikrokontroler utama menggunakan STM32F4 Discovery (STM32F407VGT6) ARM Cortex-M4 untuk memproses PWM ke 6 driver BLDC 400W, membaca sensor Hall, encoder, dan termistor.

Pemetaan Port I/O STM32F407VGT6

No PIN STM32F4 Fungsi / Periferal Keterangan Deskripsi Sinyal
1PA0 - PA5PWM Motor 1 - 6 (TIM2/TIM3)Sinyal kontrol kecepatan PWM untuk Driver ESC1 s.d. ESC6
2PA6 - PA11Arah Putaran Motor (Direction) 1 - 6Sinyal digital logika HIGH/LOW untuk menentukan arah putaran CW/CCW
3PB0 - PB5Hall Sensor Inputs (M1 - M6)Pembacaan posisi rotor fasa A, B, C dari 6 motor BLDC
4PB6 - PB11Speed Encoder Inputs (M1 - M6)Input pulsa penghitung kecepatan (Pulse Counter / External Interrupt)
5PC0 - PC5Temperature Sensor (ADC1 Channels)Pembacaan analog tegangan termistor suhu motor (M1 - M6)
6PA9 / PA10USART1 (TX / RX)Komunikasi Serial UART ke ESP32 LoRa Gateway
7PC10 / PC11USART3 (TX / RX)Komunikasi Serial UART ke Modul Bluetooth HC-05 (Local PC/App)
8PD12GPIO Output (Fan Control)Sinyal relay/transistor penggerak Cooling Fan 5V (CFAN)

Bill of Materials (BOM) & Estimasi Biaya

No Nama Komponen / Modul Jumlah Estimasi Harga Total Harga
1STM32F4 Discovery Board (STM32F407VGT6)1 pcsRp 350.000Rp 350.000
2ESP32 NodeMCU Module / LoRa SX1276 Board1 pcsRp 120.000Rp 120.000
3Driver / ESC BLDC 400W (High Power)6 pcsRp 375.000Rp 2.250.000
4Motor BLDC 400W (Lengkap Hall & Encoder)6 pcsRp 850.000Rp 5.100.000
5Power Supply 48V 30A DC (SMPS)1 pcsRp 650.000Rp 650.000
6DC-DC Buck Converter 12V/5V (10A)1 pcsRp 45.000Rp 45.000
7Modul Bluetooth HC-051 pcsRp 35.000Rp 35.000
8Sensor Suhu NTC Termistor / DS18B206 pcsRp 10.000Rp 60.000
9Kabel Power XT60 & Kabel Tembaga AWG 12/141 setRp 95.000Rp 95.000
10Kipas Pendingin 5V & Kapasitor Filter 1000uF1 setRp 45.000Rp 45.000
TOTAL ESTIMASI BIAYA KESELURUHAN:Rp 8.750.000

4. Sistem Hybrid Energi Terbarukan & Kontrol STM32

Analisis Kinerja, Wiring Diagram, Perhitungan Sizing Energi (VAWT & Solar), serta Arsitektur Kendali & Telemetri IoT

Analisis Kebutuhan Energi dan Sizing (Load Demand & Sizing)

Berdasarkan parameter operasional standar untuk beban konstan 100 W selama 24 jam, berikut adalah rincian perhitungan teknis:

  • Kebutuhan Energi Beban Harian (Eload): Pload × t = 100 W × 24 jam = 2.400 Wh/hari (2,4 kWh/hari).
  • Total Energi Pembangkitan (Etotal): Memperhitungkan efisiensi inverter (90%) dan round-trip baterai (90%): Etotal = 2.400 Wh / (0,90 × 0,90) ≈ 2.963 Wh/hari (≈ 2,96 kWh/hari).
  • Alokasi Pembangkitan: Dibagi rata 50% : 50% antara Turbin Angin (VAWT) dan Panel Surya (PV), masing-masing menyuplai 1.480 Wh/hari.
  • Turbin Angin (VAWT): Dengan kecepatan angin v = 7 m/s dan densitas udara ρ ≈ 1,225 kg/m³, daya teoritis angin dihitung Pwind = ½ · ρ · A · v³. Kapasitas 100W dengan operasi 16 jam memenuhi target.
  • Panel Surya (Solar Panel / PV): Dengan Peak Sun Hours (PSH) efektif 4,5 jam/hari dan efisiensi sistem ηsys = 80%: PPV = 1.480 Wh / (4,5 jam × 0,80) ≈ 411 Wp (Direkomendasikan konfigurasi 2 unit 200Wp).
  • Kapasitas Penyimpanan Baterai (LiFePO4): Untuk otonomi 1 hari dengan Depth of Discharge (DoD) 80% dan efisiensi baterai 95%: Ebat,total = (2.400 Wh × 1) / (0,80 × 0,95) ≈ 3.158 Wh ⇒ CAh ≈ 131,6 Ah (Direkomendasikan LiFePO4 24V 140Ah / ≈ 3.360 Wh).

Daftar Komponen Sistem Hybrid (BOM)

No Nama Komponen Spesifikasi Teknis Jumlah Fungsi Utama dalam Sistem
1Solar Array (PV)400 Wp (2x 200Wp Monocrystalline)1 setKonversi energi surya menjadi listrik DC pada siang hari.
2Vertical Axis Wind Turbine (VAWT)100W, 24V DC Output (Savonius-Darrieus)1 unitKonversi energi kinetik angin menjadi listrik.
3Solar MPPT Charge Controller24V, 10A MPPT Controller1 unitRegulasi tegangan dan arus optimal dari panel surya ke baterai.
4Wind Turbine Rectifier3-phase AC to 24V DC Rectifier1 unitMenyearahkan arus AC dari turbin angin menjadi DC stabil.
5LiFePO4 Battery Bank & BMS24V, 140Ah (~3.360 Wh) + BMS1 setPenyimpanan energi cadangan untuk suplai beban 24 jam nonstop.
6Current & Voltage SensorsINA226 (I2C Interface)1 setPengukuran presisi arus, tegangan, dan daya masuk/keluar baterai.
7STM32 Development BoardSTM32F401RET6 (Black Pill / Dev Board)1 unitMikrokontroler pusat pemrosesan data sensor & logika kontrol.
8ESP32 Gateway ModuleESP-WROOM-32 Wi-Fi / IoT Module1 unitTransmisi data telemetri ke cloud/ dashboard IoT via UART.
9DC-DC Step-Down Converters24V to 5V (STM32) & 24V to 12V (Loads)2 pcsKonversi tegangan sistem utama ke level kerja mikrokontroler.
10OLED Display & Indicators1.3 inch I2C OLED, Status LEDs, Buttons1 lotAntarmuka visual lokal (HMI) dan navigasi tombol kontrol.

5. Sistem Kontrol & Monitoring Bawah Air

Underwater Camera, Sonar, Fish Biomass, & Water Clarity Monitoring System Berbasis STM32F405RG

Gambaran Umum Arsitektur Sistem

Sistem dirancang untuk mendukung operasional keramba jaring apung (netcage) dan pemantauan bawah air berketahanan tinggi. Unit pemrosesan pusat menggunakan mikrokontroler STM32F405RG yang mengelola antarmuka kontrol permukaan, akuisisi data sensor kejernihan air, pemrosesan data sonar, serta pengiriman sinyal kontrol ke subsistem bawah air melalui kabel umbilikal 100 meter.

Daftar Komponen & Spesifikasi

Nama Komponen Spesifikasi / Tipe Fungsi Utama dalam Sistem
Main ControllerSTM32F405RG Development BoardMikrokontroler utama pengolah logika kontrol, komunikasi serial UART/I2C, dan manajemen sensor.
Power Supply UnitPSU 220V AC to 24V DC, 15ACatu daya utama dari darat yang mendistribusikan tegangan 24V DC melalui kabel umbilikal.
Konverter & BateraiDC-DC 24V to 12V/5V & LiFePO4 + BMSSistem penyangga daya dan konversi tegangan stabil untuk modul bawah air dan logika board.
Kamera Bawah AirWaterproof Submersible Camera ModulePengambilan visual video langsung kondisi ikan dan jaring (netcage) di dalam air.
Video & OSD BoardVideo Capture & OSD BoardMenggabungkan data teks (Fish Count, Biomass, Water Clarity) ke output video analog CVBS.
Sonar TransceiverTritech Micron Sonar ModuleMemindai kolom air untuk mendeteksi keberadaan ikan, struktur jaring, dan estimasi biomassa.
Biomass & Stock SensorIntegrated Sonar Biomass ProcessorMenghitung jumlah populasi ikan (Fish Count) dan estimasi berat total (Biomass).
Water Clarity SensorOptical Turbidity / Water Clarity ModuleMengukur tingkat kejernihan air (dalam NTU/ FTU) di dalam keramba jaring secara real-time.
Kabel Umbilikal100m Underwater Umbilical CableKabel khusus berpelindung untuk jalur daya 24V, sinyal video CVBS, dan komunikasi data (RS485).
Catatan Operasional Umbilikal 100 Meter: Penurunan tegangan pada kabel tembaga diatasi dengan suplai 24V DC dari darat, kemudian diregulasi ulang di dalam waterproof housing bawah air menggunakan modul konverter DC-DC mandiri untuk menjamin kestabilan suplai daya kamera dan sensor optik.