S T A T I O N
1. Station
The BSB Station serves as the integrated processing center for catches from the Big Sea Bubu system, transforming fresh harvests into high-value protein products.
LOADING DOCK & DOCKING OTOMATIS
Loading dock untuk kapal penangkap ikan—atau dermaga pendaratan ikan—adalah fasilitas penting digunakan untuk membongkar hasil tangkapan dari kapal ke darat secara cepat, higienis, dan efisien.
⚓ Komponen Utama Loading Dock Kapal Ikan
- Dermaga tambat: Tempat kapal bersandar dan melakukan proses bongkar muat. Biasanya dilengkapi fender dan bollard untuk keamanan kapal.
- Area bongkar muat: Dilengkapi dengan alat bantu seperti cargo net, winch, boom, dan takal untuk mengangkat hasil tangkapan dari palka kapal ke darat.
- Seluncuran atau conveyor: Di beberapa pelabuhan seperti PPP Mayangan, digunakan seluncuran kayu atau conveyor belt untuk mempercepat pemindahan ikan ke keranjang plastik.
- Fasilitas pendukung: Seperti pabrik es, cold storage, dan akses jalan untuk kendaraan pengangkut hasil laut.
⚙️ Cara Kerja Docking Otomatis & GPS RTK
Docking otomatis untuk kapal penangkap ikan adalah teknologi canggih yang memungkinkan kapal berlabuh secara mandiri tanpa intervensi manusia langsung, menggunakan sistem navigasi otomatis, sensor, dan kontrol presisi.
- Navigasi berbasis GPS dan RTK (Real-Time Kinematic): Memberikan akurasi posisi hingga puluhan sentimeter, jauh lebih presisi dibanding GPS biasa.
- Sensor 3D-LIDAR dan kamera: Mendeteksi posisi dermaga, kapal lain, dan rintangan di sekitar.
- Sistem kontrol otomatis: Mengatur kecepatan, arah, dan manuver kapal saat mendekati dermaga.
- Integrasi dengan autopilot: Proses docking menjadi bagian dari rute pelayaran otomatis.
SERVICE AREA & SANITASI
Dalam proses pengolahan hasil tangkapan ikan laut, service area merujuk pada zona atau ruang pendukung yang menunjang kelancaran dan efisiensi operasional pengolahan.
🧼 1. Area Pencucian & Sanitasi
Mencuci peralatan dan wadah dengan air bersih, sabun food-grade, serta sistem drainase yang baik.
🧊 2. Ruang Pendinginan Sementara
Menyimpan ikan sebelum masuk ke tahap pengolahan utama berupa cold storage, chiller, atau ruang es curah.
📦 3. Gudang Bahan Baku & Tambahan
Menyimpan es, garam, bahan pengawet, atau kemasan secara terpisah untuk mencegah kontaminasi silang.
♻️ Pengelolaan Limbah Ikan Laut
Berdasarkan studi di PPN Palabuhanratu, terdapat 36 jenis limbah yang diidentifikasi, dengan komposisi sekitar 94,5% limbah padat dan 5,5% limbah cair.
- Pengolahan Limbah Padat: Diubah menjadi pakan alternatif, tepung ikan (fish meal) dengan protein 50–70%, ekstraksi minyak ikan, serta kolagen/gelatin.
- Pengolahan Limbah Cair: Melalui proses filtrasi, sedimentasi, dan reaktor anaerob dengan media lekat seperti bambu untuk menurunkan kadar amonia dan BOD/COD.
SORTING UNIT
Sorting ikan hasil tangkapan laut adalah proses penting untuk memisahkan ikan berdasarkan jenis, ukuran, dan kualitas, guna menjaga nilai jual dan kesegaran.
- Sortasi manual di atas kapal: Pemisahan langsung menggunakan tangan atau alat sederhana untuk skala kecil.
- Meja sortir dan conveyor belt: Digunakan di kapal besar atau tempat pelelangan ikan.
- Grading otomatis: Menggunakan sensor berat, kamera (computer vision), dan sistem mekanik untuk mengklasifikasikan ikan secara cepat serta higienis.
PROCESSING UNIT & COLD/DRY STORAGE
Fish with a high selling price will become fresh fish products, while medium selling price will be processed into processed products, and low selling price will be processed as fish feed.
Product Output:
- Fresh fish
- Fillet
- Dry fish
- Fish food
- Fish powder (optional)
❄️ Sistem Pendinginan & Storage di Kapal
Pendinginan langsung menggunakan es serpih, perendaman air laut dingin (Immersion chilling), atau sistem modern RSW (Refrigerated Sea Water) / ALREF sangat krusial untuk menjaga mutu produk.
Spesifikasi Energi RSW/ALREF (Kapal 10–15 GT):
- Daya Listrik Kompresor: 3,5 hingga 4,5 kW
- Durasi Pendinginan: ±8,5 jam untuk menurunkan suhu air dari 27,8°C ke -0,8°C
- Total Energi Per Siklus: Sekitar 30–38 kWh
CONTROL ROOM & NAVIGASI
Control room dilengkapi aplikasi navigasi satelit seperti FishGo yang membantu memetakan pergerakan ikan, prediksi cuaca, serta menghemat waktu dan bahan bakar hingga 30%.
📡 Teknologi Deteksi Modern
🐟 School Fish Finder
Perangkat berbasis sonar (2D Sonar, Down Imaging, Side Imaging, dan CHIRP) untuk mendeteksi kawanan ikan di bawah air secara akurat.
🚁 Aerial Fish Finder (Drone)
Kombinasi drone dan kamera 4K/sonar nirkabel untuk memperluas jangkauan pencarian ikan di permukaan dari udara hingga radius 10 km.
⚡ Simulasi Sistem Hybrid Energi Terbarukan (BSB Station)
Rancangan suplai daya untuk mendukung operasional penuh fasilitas (termasuk sistem pendingin RSW/ALREF):
| Komponen | Rekomendasi Minimum | Catatan |
|---|---|---|
| Panel Surya | 20–25 kWp (±63 panel @ 400 Wp) | Produksi sekitar 80–100 kWh/hari |
| VAWT (Wind Turbine) | 2 unit @ 2 kW | Suplai malam hari/cuaca mendung (20–25 kWh/hari) |
| Baterai Lithium | 48V 1000Ah (±48 kWh) | Cukup untuk satu siklus pendinginan penuh RSW/ALREF |
| Inverter Hybrid | ≥5 kW dengan MPPT | Menangani sumber AC dan DC secara bersamaan |
Detail STATION Topic on PDF