Vertical-axis wind turbine for marine applications

Offshore Vertical Axis Wind Turbines (VAWTs) are an emerging alternative to traditional horizontal-axis turbines (HAWTs), especially for floating wind farms in deep-sea environments. Omnidirectional, low maintenance, compact, and stabl

Image 2

🌊 Keunggulan Offshore VAWT

  • Tidak perlu menghadap angin: VAWT bisa menangkap angin dari segala arah, sehingga tidak memerlukan sistem yaw yang kompleks seperti HAWT.
  • Pusat gravitasi rendah: Generator bisa ditempatkan di dekat permukaan laut atau di bawah air, meningkatkan stabilitas pada platform terapung.
  • Desain lebih ringkas: Cocok untuk lokasi dengan ruang terbatas atau kondisi laut yang ekstrem.

Tension Leg Platform (TLP) untuk Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) adalah konsep inovatif dalam pengembangan ladang angin lepas pantai, terutama untuk lokasi laut dalam yang tidak memungkinkan pemasangan fondasi tetap.

⚙️ Apa Itu TLP VAWT?

  • TLP adalah struktur terapung yang ditambatkan ke dasar laut dengan kabel atau tendon yang sangat tegang (pretensioned), menjaga posisi platform tetap stabil meskipun diterpa gelombang dan angin.
  • VAWT adalah turbin angin dengan sumbu vertikal, yang tidak memerlukan sistem yaw karena dapat menangkap angin dari segala arah.

🌊 Keunggulan TLP untuk VAWT

  • Stabilitas tinggi: Tendon menjaga platform tetap tegak dan mengurangi gerakan vertikal (heave), cocok untuk menopang VAWT yang sensitif terhadap osilasi.
  • Pusat gravitasi rendah: Generator VAWT bisa ditempatkan di bawah, mendekati permukaan laut, meningkatkan kestabilan.
  • Desain modular: Seperti pada proyek MarsVAWT, TLP dapat dirancang modular agar mudah dirakit di laut dan menekan biaya infrastruktur darat.

📌 Studi Kasus Terkini

  • ARCUS VAWT 22.3 MW: Dirancang oleh Sandia National Laboratories, menggunakan TLP untuk menopang turbin tanpa menara (towerless), mengurangi massa atas dan biaya instalasi.
  • MarsVAWT 10 MW: Menggunakan TLP modular ringan dengan tendon kawat baja, diuji untuk kondisi laut ekstrem di timur laut AS. Hasilnya menunjukkan performa stabil dan sesuai standar industri.

🚧 Tantangan

  • Kurangnya pengalaman komersial: VAWT masih kalah jauh dari HAWT dalam hal penerapan skala besar.
  • Desain struktural kompleks: Beban dinamis dan getaran perlu ditangani dengan cermat.
  • Efisiensi aerodinamis: Masih lebih rendah dibanding HAWT dalam kondisi angin tertentu.
  • Desain tendon dan sambungan harus tahan terhadap beban dinamis dari angin dan gelombang.
  • Biaya awal tinggi, meskipun bisa ditekan dengan desain modular dan produksi massal.

Panel surya untuk operasional offshore (lepas pantai) kini menjadi solusi energi terbarukan yang semakin diminati, terutama untuk mendukung platform minyak, tambang laut, atau sistem monitoring laut yang jauh dari jaringan listrik.

⚡ Jenis dan Aplikasi Panel Surya Offshore

  1. Sistem Mandiri (Off-Grid)
    • Digunakan untuk menyalakan lampu navigasi, sensor laut, sistem komunikasi, dan pompa air.
    • Biasanya dilengkapi baterai lithium atau AGM untuk penyimpanan energi.
  2. Sistem Hibrida
    • Dikombinasikan dengan genset atau turbin angin untuk memastikan pasokan energi 24 jam.
    • Cocok untuk platform pengeboran atau stasiun riset laut.
  3. Offshore Floating Solar
    • Panel surya dipasang di atas rakit terapung dan ditambatkan di laut.
    • RWE dan beberapa perusahaan Eropa telah mengembangkan proyek percontohan untuk sistem ini.

🌊 Keunggulan Panel Surya Offshore

  • Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang mahal dan sulit diangkut ke laut.
  • Ramah lingkungan, tanpa emisi dan suara.
  • Biaya operasional rendah setelah instalasi awal.

⚠️ Tantangan

  • Korosi air laut: Perlu material tahan karat seperti aluminium anodized dan kaca tempered.
  • Gelombang dan angin ekstrem: Struktur harus diperkuat dan sistem mounting dirancang khusus.
  • Pemeliharaan: Harus mudah diakses dan tahan terhadap biofouling (lumut dan organisme laut).

Menggabungkan panel surya dan turbin angin vertikal (VAWT) dalam sistem hybrid untuk offshore adalah solusi cerdas untuk menyediakan energi terbarukan yang andal di laut, terutama di lokasi terpencil atau platform terapung.

⚡ Keunggulan Sistem Hybrid Surya–VAWT Offshore

  • Komplementer secara alami: Panel surya menghasilkan energi maksimal saat siang, sedangkan VAWT bisa bekerja siang–malam, terutama saat angin kencang di malam hari.
  • Redundansi energi: Jika salah satu sumber menurun (misalnya cuaca mendung), sumber lainnya tetap bisa menyuplai listrik.
  • Cocok untuk platform terapung: VAWT memiliki pusat gravitasi rendah dan tidak perlu menghadap angin, ideal untuk kondisi laut yang dinamis.

🛠️ Komponen Sistem Hybrid

  • VAWT skala kecil–menengah (1–10 kW): Dipasang di atas platform atau ponton.
  • Panel surya tahan korosi: Menggunakan rangka aluminium anodized dan kaca tempered.
  • Baterai lithium atau AGM: Untuk penyimpanan energi.
  • MPPT controller dan inverter hybrid: Mengatur distribusi dan konversi daya.
  • Sistem monitoring IoT: Untuk pemantauan jarak jauh dan efisiensi operasional.

Untuk sistem hybrid panel surya dan turbin angin vertikal (VAWT), baterai yang paling cocok adalah yang memiliki siklus hidup panjang, efisiensi tinggi, dan tahan terhadap fluktuasi pengisian dari dua sumber energi yang berbeda.

Berikut ini beberapa pilihan terbaik:

🔋 1. Baterai Lithium-Ion (Li-ion)

  • Jenis populer: Lithium Iron Phosphate (LiFePO₄)
  • Keunggulan:
    • Efisiensi pengisian >95%
    • Umur pakai panjang (hingga 6.000 siklus)
    • Stabil terhadap suhu ekstrem dan fluktuasi daya
  • Cocok untuk: Sistem hybrid skala kecil hingga menengah, terutama di offshore atau lokasi terpencil

🔋 2. Baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid)

  • Jenis: AGM (Absorbent Glass Mat) dan Gel
  • Keunggulan:
    • Bebas perawatan dan tidak mudah bocor
    • Lebih murah dibanding lithium
  • Kekurangan:
    • Umur lebih pendek (500–1.200 siklus)
    • Efisiensi pengisian lebih rendah (70–85%)

🧠 Tips Memilih Baterai untuk Sistem Hybrid

  • Pastikan kompatibilitas dengan inverter hybrid: Beberapa inverter hanya cocok dengan jenis baterai tertentu (misalnya LiFePO₄ atau AGM).
  • Perhatikan BMS (Battery Management System): Baterai lithium memerlukan BMS yang bisa “berkomunikasi” dengan inverter untuk mencegah overcharge atau overheat
    • Pertimbangkan suhu lingkungan: Jika digunakan di laut atau lokasi panas, pilih baterai dengan toleransi suhu tinggi.

📊 Studi Kasus: Anambas, Indonesia

Penelitian dari ITS menunjukkan bahwa sistem hybrid offshore dengan 5.400 panel surya dan 780 turbin angin mampu menghasilkan lebih dari 3,6 juta kWh per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan energi desa kepulauan terpencil.


Untuk beban listrik sebesar 1 kW (1.000 watt), kapasitas baterai yang dibutuhkan tergantung pada berapa lama beban itu akan digunakan, sistem tegangan, dan efisiensi sistem. Yuk kita hitung bersama:

⚙️ Langkah Perhitungan (Beban 1 kW)

  1. Tentukan durasi penggunaan
    Misalnya beban 1 kW digunakan selama 4 jam, maka:
    • Energi yang dibutuhkan = 1.000 W × 4 jam = 4.000 Wh (atau 4 kWh)
  2. Perhitungkan efisiensi sistem
    Misalnya efisiensi inverter dan sistem = 85%
    • Energi aktual = 4.000 Wh ÷ 0,85 ≈ 4.706 Wh
  3. Hitung kapasitas baterai berdasarkan tegangan sistem
    • Jika sistem 12V: 4.706 Wh ÷ 12V ≈ 392 Ah
    • Jika sistem 24V: 4.706 Wh ÷ 24V ≈ 196 Ah
    • Jika sistem 48V: 4.706 Wh ÷ 48V ≈ 98 Ah

Jadi, untuk beban 1 kW selama 4 jam, kamu butuh baterai sekitar 98 Ah pada 48V, atau 392 Ah pada 12V, tergantung sistem yang kamu gunakan.


Untuk beban 1 HP (Horsepower), kita bisa hitung kebutuhan kapasitas baterai berdasarkan konversi daya dan durasi penggunaan. Yuk kita uraikan:

⚙️ Langkah Perhitungan (Beban 1 HP)

  1. Konversi HP ke Watt
    • 1 HP = 746 Watt
    • Jadi, beban 1 HP = 746 Watt
  2. Tentukan durasi penggunaan
    Misalnya beban digunakan selama 3 jam, maka:
    • Energi = 746 W × 3 jam = 2.238 Wh
  3. Perhitungkan efisiensi sistem
    Misalnya efisiensi inverter dan sistem = 85%
    • Energi aktual = 2.238 Wh ÷ 0,85 ≈ 2.633 Wh
  4. Hitung kapasitas baterai berdasarkan tegangan sistem
    • Sistem 12V: 2.633 Wh ÷ 12V ≈ 219 Ah
    • Sistem 24V: 2.633 Wh ÷ 24V ≈ 110 Ah
    • Sistem 48V: 2.633 Wh ÷ 48V ≈ 55 Ah

Jadi, untuk beban 1 HP selama 3 jam, kamu butuh baterai sekitar 55 Ah pada 48V, atau 219 Ah pada 12V, tergantung sistem yang kamu pakai.

Detail VAWT Topic on PDF
DIRECT TECHNICAL INQUIRY CHANNELS
Email Tech. Support